Investor Bakal Bangun Smelter Skala Besar di Kotim
- account_circle Redaksi Trindonews
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

ilustrasi pembangunan smelter.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dengan Nilai Investasi Capai Rp 160 Triliun
SAMPIT, KaltengEkspres.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyebutkan, di Kabupaten Kotim rencana dibangun smelter (pabrik pemurnian) oleh pihak investor dengan total nilai investasi mencapai Rp160 triliun.
Halikin menjelaskan, saat ini sudah ada salah satu perusahaan yang melapor berkaitan dengan rencana pembangunan smelter bauksit di sekitar Kecamatan Pulau Hanaut, tepatnya dari Pulau Cemeti sampai dengan Desa Babaung dengan luas kurang lebih 16.000 hektare.
Menurutnya, perusahaan yang berencana membangun smelter itu tergolong dapat dipercaya dengan pengalaman operasi selama sembilan tahun di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kalau melihat dari video yang ditunjukkan ke saya terkait usaha mereka di Morowali dengan investasi baru Rp30 triliun mereka sudah bisa menampung hingga 15.000 tenaga kerja. Harapan kita dengan adanya pabrik mereka di sini maka tenaga kerja lokal pun terserap,” ujarnya.
Sehubungan dengan penyerapan tenaga kerja lokal ini, sejak awal ia telah meminta agar pihak investor mengutamakan warga lokal, kecuali untuk pekerjaan yang bersifat teknis dan membutuhkan keahlian khusus.
Tak hanya itu, ia meminta komitmen dari pihak investor dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan untuk membangun daerah, khususnya Kecamatan Pulau Hanaut yang terbilang masih tertinggal.
“Saya juga meminta apapun itu jika ada jenis kegiatan atau usaha yang dibutuhkan di situ maka utamakan pengusaha atau masyarakat pribumi, supaya masyarakat kita bisa benar-benar merasakan kehadiran investasi di wilayah kita,”jelasnya.
Bahkan dari hasil komunikasi sementara dengan pihak ketiga, tambah dia, investasi untuk smelter itu dilakukan secara bertahap. Rencananya tahap pertama Rp50 triliun dan seterusnya sampai kurang lebih total Rp160 triliun. (hl)
- Penulis: Redaksi Trindonews
Saat ini belum ada komentar